Jumat, 18 Oktober 2013

struktur kognisi manusia dan analisa

Sebuah arsitektur kognitif mewujudkan struktur yang lebih umum dan mekanisme keluar yang bisa dijadikan model kognisi individu dalam situasi tertentu. Ruang model dan arsitektur memiliki sejumlah dimensi, termasuk: ketergantungan pada domain, tingkat spesifikasi, dan tingkat cakupan fenomena yang berbeda.
Arsitektur kognitif dapat dinilai dari segi kemampuan mereka untuk mendukung pembangunan model dan simulasi kognisi dan kesalahan. ACT-R adalah contoh dari arsitektur cukup ditentukan, di mana seseorang dapat membangun model simulasi tersebut. Ada beberapa fitur yang penting dalam studi tugas kompleks yang ACT-R tidak well-disesuaikan dengan pemodelan: termasuk di antara ini adalah pemodelan jenis tertentu kesalahan. ACT-R tidak dengan sendirinya sangat membatasi model untuk secara psikologis masuk akal - yang tersisa untuk orang yang membangun model. Arsitektur berasal dari Cosimo terbuka untuk perluasan dan peningkatan dengan cara yang sama.
Kerja yang relevan menuju pengembangan arsitektur kognitif untuk kognisi pemodelan dan kesalahan dalam tugas-tugas kompleks dapat mencakup di satu sisi generalisasi dari domain-spesifik model, berdasarkan hasil dari studi kognisi dan kesalahan dalam tugas-tugas kompleks real, dan di sisi lain hipotesa lebih rinci komputasi mekanisme pelaksanaan umum rawan kesalahan kemampuan kognitif, yang dapat ditunjukkan oleh psikologi kognitif. Ini akan tampak lebih baik jika kedua pendekatan berkembang bergandengan tangan, karena mereka adalah dua sisi dari perusahaan yang sama.
Struktur adalah bagaimana bagian-bagian dari sesuatu berhubungan satu dengan lain atau bagaimana sesuatu tersebut disatukan. Struktur adalah sifat fundamental bagi setiap sistem. Identifikasi suatu struktur adalah suatu tugas subjektif, karena tergantung pada asumsi kriteria bagi pengenalan bagian-bagiannya dan hubungan mereka. Karenanya, identifikasi kognitif suatu struktur berorientasi tujuan dan tergantung pada pengetahuan yang ada. Menurut Prof. Benny H. Hoed, struktur adalah bangun (teoritis) yang terdiri atas unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain dalam satu kesatuan.
Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan. Kepercayaan/ pengetahuan seseorang tentang sesuatu dipercaya dapat memengaruhi sikap mereka dan pada akhirnya mempengaruhi perilaku atau tindakan mereka terhadap sesuatu.
Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Arsitektur mencakup, merancang, dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.
Struktur kognisi terdiri dari 2 kata, yaitu struktur dan kognisi. Menurut Piaget, struktur disebut juga scheme (skemata/Schemas). Struktur & organisasi terdapat di lingkungan, tapi pikiran manusia lebih dari meniru struktur realita eksternal secara pasif. Interaksi pikiran manusia dengan dunia luar, mencocokkan dunia ke dalam “mental framework”-nya sendiri.
Jadi dapat disimpulkan bahwa struktur kognisi manusia adalah suatu unsur yang saling berhubungan antara satu sama yang lain yang saling berakomodir atau saling melengkapi antara fungsi-fungsi, skema. Seperti bagian otak yang mengakomodir unsur bagian -bagian tubuh manusia yg menjadikan suatu sistem yang kompleks. Sedangkan untuk struktur kognisi arsitektur computer adalah suatu unsur yang saling melengkapi, tetapi tidak sekompleks struktur kognisi dari manusia, karena struktur kognisi arsitektur terdiri hanya dari perangkat keras yang didesain seperti CPU, RAM, Memori, Procesor.
Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll).
Arsitektur komputer dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja , dan target biayanya.
Sampai saat ini komputer sudah mengalami perubahan dari model awalnya, walaupun begitu semua komputer memiliki arsitektur dasar yang sama. Skema computer (computer schema), adalah diagram yang menggambarkan unit-unit dasar yang terdapat dalam semua sistem komputer.
Dapat disimpulkan perbedaan antara struktur kognisi manusia dan arsitektur komputer adalah struktur kognitif manusia itu proses berpikir yang terjadi pada diri manusia, sehingga memiliki kontrol terhadap proses berpikirnya sendiri. Sedangkan arsitektur komputer yang menciptakan adalah manusia, manusia yang membuat program, manusia yang membuat pola dari sistem komputer itu, sehingga yang memiliki peran utama dari semuanya adalah manusia itu sendiri, dan jika disatukan, maka akan menimbulkan suatu hubungan timbal balik yang sangat menguntungkan bagi manusia.
Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi, yaitu :
Kelebihan :
1. Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
2. Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
3. Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal
Kekurangan :
1. Membutuhkan waktu yang cukup lama
2. Terkadang sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka

Kelebihan dan kekurangan dari arsitektur computer, yaitu :
Kelebihan:
1. Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu
2. Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user)
3. Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
4. Menggunakan teknologi time sharring
5. Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second)
Kekurangan:
1. Karena ukurannya yang besar, diperlukan ruangan yang besar untuk       menyimpannya
2. Harganya sangat mahal
3. Interface dengan pengguna masih menggunakan teks
4. Kerjanya sangat lama
5. Membutuhkan daya listrik yang sangat besar
Sumber :
http://id.wikipedia.org

aqwam.staff.jak-stik.ac.id/files/11.-imk[2].doc

http://tips-indonesia.com/tes-psikologi-minat-bakat-potensi-multiple-intellegences-iq-eq-sq.


Solso, Robert L., Maclin, Otto H., Maclin, M. Kimberlyn. (2008). Psikologi kognitif. Jakarta: Erlangga

Trisatya. (2011). Perbedaan organisasi komputer dan arsitektur komputer. http://joglio.blogspot.com/2011/10/tugas-organisasi-dan-aksitektur.html. (diakses,7 Oktober 2012)

http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_komputer.(diakses, 7 Oktober 2012)

http://id.wikipedia.org/wiki/Kognisi. (diakses, 7 Oktober 2012)
http://id.wikipedia.org/wiki/Kognisi. (diakses, 7 Oktober 2012)

http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_kognitif. (diakses, 7 Oktober 2012)

http://psikologikelompokpsikologisosial.blogspot.com/2012/03/analis-struktur-kognisi-manusia-dan.html

http://ilmuwanmuda.wordpress.com/piaget-dan-teorinya/yohanes_ari.staff.gunadarma.ac.id/.../files/.../pemrosesan+komp.pdf

journal.mercubuana.ac.id/.../ARSITEKTUR%20%20KOMPUTER1.doc

aqwam.staff.jak-stik.ac.id/files/11.-imk[2].doc

http://mimamami-mima.blogspot.com/2012/03/analisa-perbedaan-struktur-kognisi.html

http://ichasajablogspotcom.blogspot.com/2012/03/analisa-perbedaan-struktur-kognisi.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Cognitive_architecture

komputer arsitektur

Struktur merupakan cara sesuatu disusun atau dibangun, yang disusun dengan pola tertentu, sedangkan kognitif, Menurut Livingstone, kognitif adalah kemampuan berpikir dimana yang menjadi objek berpikirnya terjadi pada diri sendiri. Segala sesuatu tentang pengetahuan, kesadaran, kontrol yang dihasilkan dari proses berpikir yang terjadi pada diri sendiri.
Teori kognitif lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek rasional yang dimiliki oleh orang lain. Oleh sebab itu kognitif berbeda dengan teori behavioristik, yang lebih menekankan pada aspek kemampuan perilaku yang diwujudkan dengan cara kemampuan merespons terhadap stimulus yang datang kepada dirinya
Pandangan kognitif dalam bidang informasi dianggap berbeda dari pandangan kognitif tentang kerja otak manusia. Dalam konteks informasi, pandangan kognitif menekankan pada pengembangan model pemrosesan informasi dalam kerja otak dan kesadaran manusia.

Arsitektur komputer dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.
Sampai saat ini komputer sudah mengalami perubahan dari model awalnya, walaupun begitu semua komputer memiliki arsitektur dasar yang sama. Skema computer (computer schema), adalah diagram yang menggambarkan unit-unit dasar yang terdapat dalam semua sistem komputer.
Arsitektur dapat pula didefinisikan sebagai gaya konstruksi dan organisasi dari komponen-komponen sistem komputer. Walaupun elemen-elemen dasar komputer pada hakekatnya sama atau hampir semuanya komputer digital, namun terdapat variasi dalam konstruksinya yang merefleksikan cara penggunaan komputer yang berbeda.

Sehingga analisa yang mendasar antara struktur kognisi manusia dan arsitektur komputer adalah :
Struktur kognisi manusia merupakan bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia. Mempunyai struktur yang sangat kompleks.
Arsitektur komputer merupakan konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer, kompleks namun tidak sekompleks kognisi manusia. Arsitektur komputer ini merupakan rencana deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll. Beberapa contoh dari arsitektur komputer adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC.


Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi yaitu :
Kelebihan :
Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas. Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar. mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal.
Kekurangan :
Membutuhkan waktu yang cukup lama

Kelebihan dan kekurangan dari arsitektur komputer Mainframe yaitu :
Kelebihan:
  1. Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu. 
  2. Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user). 
  3. Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan 
  4. Menggunakan teknologi time sharring. 
  5. Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second)
Kekurangan:
  1. Karena ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya. 
  2. Harganya sangat mahal. 
  3. Interface dengan pengguna masih menggunakan teks. 
  4. Kerjanya sangat lama.  
  5. Membutuhkan daya listrik yang sangat besar.


SUMBER :
http://ilmuwanmuda.wordpress.com/piaget-dan-teorinya/yohanes_ari.staff.gunadarma.ac.id/.../files/.../pemrosesan+komp.pdf






  

Pengertian sistem psikologi

     Sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang terintegrasi dan berinterakasi untuk mencapai tujuan tertentu. Di dalam sistem terdapat suatu proses interaksi antara perangkat lunak dan perangkat keras yang akan menghasilkan informasi yang dapat digunakan.
Sistem juga merupakan manajerial dari sebuah organisasi yang mengatur dan menjalankan roda organisasi sehingga ada keteraturan yang baik didalamnya agar tidak terjadi bentrok antara elemen-elemen pembentuk sistem didalamnya.
Sistem memilki beberapa karakteristik, diantaranya :
1. Komponen (elemen)
Komponen dari suatu sistem dikenal sebagai subsistem, dimana subsistem merupakan sistem didalam suatu sistem yang memiliki fungsi sendiri namun terintegrasi dengan sistem lainnya.
2. Boundary
Merupakan batasan antar sistem satu dan sistem lainnya dengan lingkungan luar.
3. Environtment
Merupakan segala sesuatu yang berada diluar sistem yang mempengeruhi operasi dalam sistem.
4. Interface
Merupakan media penghbung antara subsistem dengan subsistem lainnya.
5. Input
Merupakan data yang dimasukan kedalam proses sistem.
6. Output
Merupakan hasil yang dikeluarkan dari proses sistem, dimana didalamnya terdapat keluaran yang berguna (misalnya informasi) maupun yang tidak berguna (misalnya limbah).
7. Sasaran sistem (objective)
Merupakan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai oleh suatu sistem.
Sistem memilki beberapa karakteristik, diantaranya :
1. Komponen (elemen)
Komponen dari suatu sistem dikenal sebagai subsistem, dimana subsistem merupakan sistem didalam suatu sistem yang memiliki fungsi sendiri namun terintegrasi dengan sistem lainnya.
2. Boundary
Merupakan batasan antar sistem satu dan sistem lainnya dengan lingkungan luar.
3. Environtment
Merupakan segala sesuatu yang berada diluar sistem yang mempengeruhi operasi dalam sistem.
4. Interface
Merupakan media penghbung antara subsistem dengan subsistem lainnya.
5. Input
Merupakan data yang dimasukan kedalam proses sistem.
6. Output
Merupakan hasil yang dikeluarkan dari proses sistem, dimana didalamnya terdapat keluaran yang berguna (misalnya informasi) maupun yang tidak berguna (misalnya limbah).
7. Sasaran sistem (objective)
Merupakan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai oleh suatu sistem.
Sistem diklasifikasikan kedalam beberapa jenis diantaranya :
1. Sistem Abstrak
sistem yg berisi gagasan atau konsep
contoh : sistem teologi
2. Sistem Fisik
sistem yg secara fisik dapat dilihat
contoh : sistem komputer, sistem transportasi
3. Sistem Deterministik
sistem yg operasinya dapat diprediksi secara tepat
contoh : program komputer
4. Sistem Probabilistik
sistem yg tidak bisa diramal dgn pasti karena mengandung unsur probabilitas
contoh : arisan, stok barang
5. Sistem Tertutup
sistem mandiri, sistem yg tidak bertukar materi, informasi, atau energi dgn lingkungan(tidak dipengaruhi oleh lingkungan)
contoh : reaksi kimia dlm sebuah tabung tertutup
6. Sistem Terbuka
sistem yg berhubungan dgn lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan
contoh :sistem keorganisasian, sistem penawaran
7. Sistem alamiah
sistem yg terjadi karena alam (tidak dibuat oleh manusia)
contoh : sistem tata surya
8. Sistem buatan manusia
sistem yg dibuat oleh manusia
Didalam sebuah sistem besar tentunya terdiri dari beberapa subsistem yang terintegrasi dengan baik. Subsistem dibentuk dari beberapa cara yaitu :
1. Factoring (pengunsuran)
Cara ini bertujuan untuk membentuk struktur yang kompleks agar dapat dianalisa secara rinci.
2. Simplikasi atau penyederhanaan
Cara ini bertujuan untuk menyederhanakan banyaknya interface yang muncul dari sistem itu sendiri.
3. Decoupling (pemisahan)
Dua subsistem yg berhubungan sangat erat membutuhkan suatu koordinasi & penjadwalan waktu yg ketat. pemecahannya adalah dgn memisahkan atau mengendorkan. hubungan tersebut sehingga kedua sistem dapat beroperasi sejenak secara bebas.
Sistem yang baik seharusnya memiliki sebuah pengendalian sistem, dimana hal ini diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), hal ini dilakukan agar sistem berjalan sesuai tujuan. Caranya adalah dengan membandingkan keluaran sistem dengan keluaran yang diharapkan.
Selanjutnya saya akan membahas apa itu “Informasi” , mulai dari pengertiannya sampai dengan pengolahannya.
Informasi adalah kumpulan pesan yang memiliki makna yang dapat diolah sebagai dasar pengambilan tindakan. Sebuah informasi harus ditempatkan pada suatu konteks permasalahan tertentu yang sesuai. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kerancuan dalam pengolahan tiap-tiap informasi.
Informasi memiliki beberapa karakteristik yang bisa dijadikan indikator baik atau tidaknya informasi tersebut :
1. Relevan
Artinya terdapat kesesuaian antara kebutuhan informasi dengan ketersediaan informasi.
2. Tepat waktu
Penting bagi tiap penerima informasi menerimanya secara tepat waktu, karena terlambatnya suatu informasi akan sangat mengurangi nilai dari informasi tersebut.
3. Akurat
Informasi akan sangat bernilai bila bebas dari kesalahan-kesalahan yang bisa menyesatkan, sehingga maksud dari penggunaan informasi itu akan menjadi jelas.
4. Mengurangi ketidakpastian
Sebuah informasi hadir untuk mengurangi ketidakpastian sehingga dapat memperkuat fakta.
5. Mengandung elemen yang baru
Informasi akan sangat bernilai ketika terdapat elemen-elemen baru, sehingga dapat tercipta suatu improvisasi dan inovasi.
Berikut ini adalah metode pengumpulan Informasi :
1. Pengamatan langsung
2. Wawancara
3. Perkiraan koserponden
4. Daftar pertanyaan
Bila kita tarik kesimpulan dari beberpa penjabaran diatas makan kita bisa mengatakan bahwa sistem informasi merupakan sistem terbuka yang menghasilkan informasi dengan menggunakan siklus :
Input—Proses—Output
Fungsi dari sistem informasi adalah untuk membantu individu atau kelompok untuk melaksanakan aktivitas yang dapat berupa perencanaan, pengorganisasian, pengontrolan dan pengambilan keputusan.
Selanjutnya saya akan membahas mengenai “Psikologi” , yang merupakan kajian utama dalam tulisan ini…
Psikologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu psyche dan logos. Dimana psyche bermakna jiwa, sedangkan logos bermakna ilmu. Dengan kata lain psikologi adalah ilmu tentang jiwa.
Jiwa merupakan suatu kajian yang sifatnya abstrak, namun dalam psikologi hal abstrak ini dapat dipelajari melalui tingkah laku manusia dan hewan yang merupakan objek kajian psikologi. Secara sederhana psikologi dapat pula diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan.
Penggunaan hewan sebagai objek psikologis dikarenakan pada aliran behavioristik seringkali prilaku yang diprediksi akan terjadi pada manusia terlebih dahulu di uji cobakan pada hewan. Banyak diantara percobaan-percobaan pada hewan ini berhasil terjadi pada manusia. Diantaranya percobaan Pavlov dan Skinner.
Sesungguhnya penerapan percobaan-percobaan perilaku tersebut sudah keluar dari esensi dari psikologi itu sendiri, dimana yang seharusnya dikaji adalah kondisi psikis dari manusia bukan sekedar perilaku yang nampak. Oleh karena itu bermunculanlah teori-teori yang menentang aliran behavioristik tersbut, yaitu aliran humanistik. Dimana manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki kesadaran penuh untuk mengembangkan potensi dirinya. Dengan demikian aspek psikis seseorang dapat lebih tergambarkan.
Namun aliran behavioristik tidak sepenuhnya salah karena ada banyak hal yang belum mampu dijelaskan oleh teori lain mengenai perilaku manusia yang muncul akibat dari pengalaman psikis seseorang.
Setelah melihat paparan diatas maka kita dapat menyimpulkan beberapa hal mengenai sistem informasi psikologi. Sistem informasi psikologi adalah kajian ilmu yang mempelajari hubungan antara ilmu psikologi dalam kaitannya dengan penggunaan dan pengaplikasian komputer dalam bidang psikologi.
Penggunaan sistem informasi dalam psikologi dimungkinkan karena banyak hal dalam dunia psikologi yang masih bisa dikelola dengan sentuhan komputerisasi. Misalnya penggunaan tes psikologi secara virtual, penggunaan teknologi eye-tracking dan yang terbaru adalah teknologi virtual reality yang memungkinkan seseorang untuk mengurangi bahkan menyembuhkan gangguan psikologis seperti ADHD, PTSD dan beragam fobia.
sumber :
Bade. (2011). Pengantar sistem informasi.http://ndutagen.blogspot.com/2011/12/pengantar-sistem-informasi.html. Diakses pada tanggal 26 September 2012.
Basuki, H. (2008). Pikologi Umum.Jakarta. Gunadarma.
Grindley, K & John, H. (1982). Menggunakan komputer secara efektif. Jakarta. PT. Pustaka binaman pressindo.
Goble, E.G. (1987). Mazhab ketiga psikologi Abraham Maslow. Yogyakarta. kanisius.
Irwanto. (1989). Psikologi umum panduan mahasiswa. jakarta. Gramedia.
Jogiyanto,M.H. (1989). Pengenalan Komputer. Yogyakarta. Andi Offset.
Kerlinger. (2000). Asas – asas penelitian behavioral. (Edisi ke tiga). Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
Marimin, Tanjung., Hendri, Prabowo., dan Haryo. (2006). Sistem informasi manajamen sumber daya manusia. Bogor. Grasindo.
Rathus, S.A. (2007) Psychology concept & connetion. Australia. Thompson.
Retnoningsih, E. (2008). Belajar internet secara mandiri. Semarang. Salemba infotek.
Riyanti D.B.P. S H. Prabowo. (1998) Piskologi umum. Jakarta. Gunadarma.
Sarwono, S.W. (2002).Berkenaan dengan aliran dan tokoh-tokoh psikologi.
Setiawan, A. (2004). Pengantar sistem komputer. Bandung. Informatika Bandung.
Simarmata, J. (2005). Pengenalan teknologi komputer dan informasi. Yogyakarata. Andi.
Sitompul, D. (1994). Pengenalan komputer dan dasar-dasar DOS. Medan. Intermasa.
Walgito, B. (2003). Pengantar psikologi umum. Yogyakarta.Andi.
Walgito, B. (1993). Psikolog sosial. Yogyakata : Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.
Wicaksono, S (2012). Sistem informasi psikologi.http://setowicaksono8.wordpress.com/2012/09/29/sistem-informasi-psikologi/ . tanggal akses 26 September 2012.
Wiramihardja, A. (2005). Pengantar psikologi abnormal. Bandung. PT. Refika Aditama.
Yani, A. (2005). Panduan menjadi teknisi komputer. Tangerang. Agro media Pustaka

pengertian informasi

       Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Hal ini dapat dicatat sebagai tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang. Informasi adalah jenis acara yang mempengaruhi suatu negara dari sistem dinamis. Para konsep memiliki banyak arti lain dalam konteks yang berbeda.Informasi bisa di katakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun demikian, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan,negentropi,persepsi, stimulus, komunikasi,kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.
Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta seringkali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan aliranya.
Informasi adalah data yang telah diberi makna melalui konteks. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (semisal dari Microsoft Excel) seringkali digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada di dalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi, sementara angka-angka di dalamnya merupakan data yang telah diberi konteks sehingga menjadi punya makna dan manfaat.